Minggu, 13 November 2016

KHUTBAH JUM'AT : “MAKNA TAUHID RUBUBIYYAH, MULKIYYAH DAN ULUHIYYAH”

MATERI KHUTBAH JUM’AT
“MAKNA TAUHID RUBUBIYYAH, MULKIYYAH DAN ULUHIYYAH”

Oleh : Royo Eko Wardoyo, S.Pd
Disampaikan di Masjid Al Mu’minun, Perum Citramas, Cimalaka

? Mukaddimah Khutbah Jum’at
Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh,
ان الحمد للھ نحمدە ونستعينھ ونستغفرە ونعوذبا للھ من شرور ٲنفسنا ومن سيأت اعما لنا من يھده اللھ فلا مضل لھ ومن يضلل فلا ھادي لھ واشھدان لاالھ الااللھ واشھدان محمدا  عبده ورسولھ
قل اللھ تعل فى الكتب الكريم
بسم اللھ الرحمن الرحيم
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ  
قل اللھ تعل  ايظن بسم اللھ الرحمن الرحيم
                                                                                  ﻗﻞﺍﻋﻮﺬﺑﺮﺍﻟﻧﺎﺲ۝ﻤﻟﻚﺍﻟﻧﺎﺲ۝ﺍﻟﻪﺍﻟﻧﺎﺲ۝ﻤﻦﺸﺮﺍﻟﻭﺴﻭﺍﺲﺍﻟﺧﻧﺎﺲ۝ﺍﻟﺬﻱﻴﻮﺴﻭﺲﻓﻲﺼﺩﻮﺮﺍﻟﻧﺎﺲ۝ﻤﻥﺍﻟﺟﻧﺔﻮﺍﻟﻧﺎﺲ




Jamaah Rahimakumullah,

            Kita mungkin sudah hafal betul dengan surat An-Naas yang mungkin setiap hari kita baca, kita lafalkan dalam sholat dan ibadah kita, namun kadangkala kita jarang sekali berusaha untuk membahas isi dan kandungannya. Alih-alih membahas atau membuka tafsir kemudian mentadzaburi dan mengupas kandungannya, seringkali kita umat Islam sendiri punya kecenderungan hanya sebatas hafal saja, jauh dari mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Ibaratnya buah, kita hanya merasakan kulitnya saja jauh dari isinya. Untuk itu sengaja pada kesempatan khutbah jum’at hari ini sedikit kita sampaikan tentang kandungan Surat An-Naas, dengan harapan mudah-mudahan kita semua dapat memetik pelajaran darinya.
Jamaah Rahimakumullah,
Surat An-Naas merupakan golongan surat yang diturunkan di Mekah atau yang biasa disebut surat Makkiyyah. Nama “An-Naas” diambil dari kata “An-Naas” yang disebut berulang kali di dalam surat ini yang berarti manusia. Diturunkan sesudah surat Al Falaq, surat An-Naas terdiri dari 6 ayat yang pokok isinya adalah perintah kepada manusia agar berlindung kepada Allah SWT dari segala macam kejahatan yang datang ke dalam jiwa manusia dari jin dan manusia.  
Ustadz Ibnu Katsir dalam Mukhtashar Tafsir Ibnu Katsir, jilid 3, hal 696 menjelaskan , “Ayat 1 sampai 3 dari surat An-Nas yakni : Qul A’udzu birobbinnas, malikinnas, ilaahinnas.. menegaskan 3 aspek ketauhidan  yang paling fundamental yakni Tauhid Rububiyyah, Mulkiyyah dan Uluhiyyah”.
            Tauhid Rububiyyah terambil dari kalimat Rabbinas. Maknanya yakin hanya Allah satu-satunya yang Maha Pencipta, Pemilik, Pengendali alam raya dan dengan kekuasaan-Nya Ia menghidupkan dan mematikan. Seperti yang tertera dalam penggalan firman-Nya di dalam Q.S. Ar-Rum 30 : 40 di bawah ini :


ﺍﷲ ﺍﻠﻨﻱ ﺧﻠﻗﻛﻡ ﺛﻡ ﺮﺯﻗﻛﻡ ﺛﻡ ﻴﻣﻴﺗﻛﻡ............. ﴿ ﺍﻠﺮوﻡ ׃ ٤٠﴾    
  Artinya : “ Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian
                    memberimu rizki, kemudian mematikanmu, kemudian            
                    menghidupkanmu(kembali)….” ( Q.S. Ar-Rum 30 : 40)

Tauhid Rububiyyah     ini juga berarti mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam hal perbuatanNya. Seperti mencipta, memberi rezeki, menghidupkan dan mematikan, mendatangkan bahaya, memberi manfaat, dan lain-lain yang merupakan perbuatan-perbuatan khusus Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seorang muslim haruslah meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak memiliki sekutu dalam RububiyahNya.
Tauhid Mulkiyyah terambil dari kalimat Malikinnas. Maknanya, yakin hanya Allah SWT raja atau penguasa yang sesungguhnya, penguasa yang paling berhak menentukan aturan hidup. Aturan hidup-Nya termaktub dalam Al-Qur’an dan sunah Rasul. Jadi,  kalau kita mau mempelajari dan mengamalkan aturan hidup itu, berarti kita telah melaksanakan Tauhid Mulkiyyah. Bahkan Allah SWT mengecam orang-orang yang tidak mengimplementasikan Tauhid Mulkiyyah dalam kehidupannya, seperti yang ada dalam Q.S. Al Maidah 5 : 50 di bawah ini :
ﺃﻓﺣﻜﻡ ﺍﻠﺟﺎﻫﻠﻴﺔ ﻴﺑﻐﻭﻦ٠ﻭﻤﻦ ﺃﺤﺴﻦ ﻤﻦ ﺍﷲ ﺤﻜﻤﺎ ﻠﻗﻭﻢ ﻴﻭﻗﻧﻭﻦ ﴿ﺍﻟﻤٮدۃ׃٥٠﴾
Artinya : ” Apakah hukum jahiliyyah yang mereka kehendaki, dan  
                   (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum)
                   Allah bagi orang-orang yang yakin?”
                                                                       (Q.S. Al Maidah 5 : 50)

Jamaah Rahimakumullah,
Yang dimaksud hukum jahiliyyah adalah aturan hidup atau hukum produk manusia yang berseberangan atau bertentangan dengan nilai-nilai Qur’ani. Misalnya saat pembagian warisan kita lebih suka menggunakan hukum waris adat ketimbang hukum waris Islam, padahal hukum waris adat banyak yang bertentangan dengan ajaran Islam. Ini merupakan pelanggaran terhadap Tauhid Mulkiyyah. Adapun hukum atau aturan buatan manusia yang tidak bertentangan atau sejalan dengan nilai-nilai Islam, tentu tidak disebut hukum jahiliyyah dan kita wajib untuk menaatinya demi kemaslahatan. Salah satu contohnya adalah kita harus menghentikan kendaraan bila lampu merah. Aturan ini harus kita taati karena tidak menyalahi aturan Islam dan bermanfaat untuk kemashlahatan. Contoh yang lain, saat ujian atau tes, kita tidak boleh bermain curang (nyontek). Ini aturan yang wajib ditaati karena senafas dengan ajaran Islam yang menekankan kejujuran dalam segala hal. Inilah makna aqimishsholat ( = mendirikan sholat) yang berbekas dalam segala aspek kehidupan.
Jamaah Rahimakumullah,
Tauhid Uluhiyyah terambil dari kalimat Ilaahinnas. Maknanya, suatu keyakinan bahwa hanya Allah SWT yang paling berhak untuk diibadahi. Seperti yang termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya 21 : 25 berikut ini :

ﻭﻤﺎ ﺃﺮﺴﻟﻨﺎ ﻤﻦ ﻗﺑﻟﻙ ﻤﻦ ﺮﺴﻭﻞ ﺍﻻ ﻨﻭﺤﻰ ﺇﻟﻴﻪ ﺃﻨﻪ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺃﻨﺎ  ﻓﺎﻋﺑﺪﻭﻥ      ﴿ﺍﻻﻨﺑﻴﺎء׃٢٥﴾                                                                        
Artinya :  ”Dan tidaklah Kami mengutus seorang rasul sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepada mereka bahwa tiada Tuhan selain Aku, maka beribadahlah hanya kepada-Ku”.
(Q.S. Al Anbiya :25)

Tauhid Uluhiyyah juga berarti mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam jenis-jenis peribadatan yang telah disyariatkan. Seperti ; shalat, puasa, zakat, haji, do’a, nadzar, sembelihan, berharap, cemas, takut, dan sebagainya yang tergolong jenis ibadah. Mengesakan Allah SWT dalam hal-hal tersebut dinamakan Tauhid Uluhiyah. Tauhid jenis inilah yang dituntut oleh Allah SWT dari hamba-hamba-Nya. Karena tauhid jenis pertama, yaitu Tauhid Rububiyyah, setiap orang (termasuk jin) mengakuinya, sekalipun orang-orang musyrik yang Allah SWT utus Rasulullah kepada mereka. Mereka meyakini Tauhid Rububiyyah ini, sebagaiman tersebut dalam firman Allah SWT berikut ini :

ﻭﻠﯦﻦ ﺴﺄ ﻠﺗﻬﻢ ﻤﻦ ﺧﻠﻖﺍ ﻠﺴﻤﻮﺍﺖ ﻮﺍﻻ ﺮﺽ ﻮﺴﺨﺮﺍﻠﺸﻤﺲ ﻮﺍﻠﻗﻤﺮ ﻠﻴﻗﻮﻠﻦ ﺍﷲ ﻔﺄ ﻧﻰ ﻴۇﻔﻜﻮﻦ ﴿ﺍﻠﻌﻨﻜﺑﻮﺕ׃٦١﴾                                                             
                                                                                 
Artinya : Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka : ”Siapakah yang menjadikan langit dan bumi serta menundukkan matahari dan bulan?” Tentu mereka akan menjawab ”Allah”, maka bagaimana mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar).
   (Q.S. Al Ankabut 29 : 61)

Menurut ayat ini, mereka meyakini kalau Allah itu yang menciptakan langit dan bumi serta yang mengatur peredaran alam semesta. Ini merupakan indikator adanya Tauhid Rububiyyah, namun mereka tidak memiliki Tauhid Uluhiyyah, di mana mereka tidak pernah menyembah Allah SWT sebagai Tuhan namun mereka malah mempersekutukan Allah dengan menyembah Thogut, Latta, Uzza dan lain sebagainya. Jadi dapat disimpulkan bahwa orang yang punya Tauhid Rububiyyah belum tentu memiliki Tauhid Uluhiyyah.
Firman Allah SWT yang lainnya berkaitan dengan ketauhidan Rububiyyah oarang-orang kafir :
1.    Q.S. Al-Zukhruf : 87, yang Artinya : Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, ‘Siapakah yang menciptakan mereka ?’ niscaya mereka menjawab ‘Allah’. Maka bagaimana mereka dapat dipalingkan(dari menyembah Allah)”
2.    Q.S. Al-Mu’minun : 86-87 yang Artinya : Katakanlah, ‘Siapakah yang mempunyai tujuh langit dan mempunyai ‘Arsy yang besar ?’ Mereka akan menjawab, ‘Kepunyaan Allah’. Katakanlah, ‘Mengapa kamu tidak bertaqwa?”

Jamaah Rahimakumullah,
      Masih banyak ayat-ayat yang menunjukkan bahwa orang-orang musyrik meyakini Tauhid Rububiyah. Akan tetapi, sebenarnya yang dituntut dari mereka adalah mengesakan Allah dalam hal ibadah. Jika mereka mengikrarkan Tauhid Rububiyah, maka hendaknya juga mengakui Tauhid Uluhiyah (ibadah). Sungguh, Rasulullah (diutus untuk)menyeru mereka agar meyakini Tauhid Uluhiyah. Hal ini disebutkan dalam firman Allah SWT dalam Q.S. An-Nahl : 36 yang artinya :
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul kepada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thagut, lalu diantara umat-umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula orang-orang yang telah dipastikan sesat. Oleh karena itu, berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan para rasul”
Setiap rasul menyeru manusia agar meyakini Tauhid Uluhiyah. Adapun Tauhid Rububiyah, karena merupakan fitrah, maka belumlah cukup kalau seseorang hanya meyakini tauhid ini saja.
Jamaah Rahimakumullah,
Marilah kita proyeksikan analisis ini pada kehidupan kita. Apakah diri kita sama dengan orang-orang kafir yang hanya memiliki ketauhidan Rububiyyah saja sedangkan keyakinan kita tentang Tahuhid Uluhiyyah belum pada tempatnya???? Mari kita menghasabah diri sendiri masing-masing untuk meraih kesempurnaan peribadahan kepada Allah SWT dengan berkeyakinan dan berpegang pada Tauhid Rububiyyah, Mulkiyyah dan Uluhiyyah.
Mudah-mudahan materi khutbah Jum’at yang saya sampaikan bermanfaat khususnya kepada diri saya sendiri dan umumnya untuk jamaah semuanya. Amin ya robbal ‘alamin......

Barokallohu li walakum fil qur’anil ‘adzim, wanafaani minnal ayati wadzikril hakim. Wataqoballohu minna wa minkum tilawatahu, innahu huwal ghofurrurrohim.....

ﺍﻥﺍﷲ ﻮﻣﻶ ﺌﻜﺘﻪ ﻴﺼﻟﻮﻥﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺑﻰ ﻴﺎﺍﻴﻬﺎ ﺍﻠﺬﻴﻦ آﻤﻧﻮ ﺍﺼﻟﻮ ﺍﻋﻟﻴﻪ ﻮﺴﻠﻤﻭﺍﺗﺴﻟﻡ                                    
                 

Ibadallah, innalloha ya’muru bil ‘adli wal ihsan. Waitaa idil qurba wa yanha ‘anil fahsa’i wal munkar wal bagh. Ya’idzukum la’alakum tadzakarun. Wala dzikrulohi akbar.

Jumat, 28 Maret 2014



Apakah Listrik itu?
Pada zaman modern ini, setiap aktivitas manusia tidak bisa lepas dari listrik. Kita dapat menonton TV, menyalakan komputer, mendengarkan radio, bermain game/playstation dan belajar di malam hari karena listrik. Bayangkanlah bila satu hari saja aliran listrik terputus/mati, tentu hampir semua aktivitas manusia akan berhenti. Mesin-mesin pabrik akan berhenti bekerja, tidak ada bunyi televisi dan radio, tidak ada penerangan di malam hari, dan hampir semua aktivitas manusia yang menggunakan listrik akan berhenti. Listrik telah menjadi kebutuhan utama kehidupan manusia modern. Mungkin setiap hari kita sudah sering mendengar kata “listrik”. Namun, tidak semua orang tahu apa itu listrik? Mengapa listrik bisa mengerakkan kipas angin? Lakukanlah “Berani Mencoba” berikut ini!

Berani Mencoba!
Menarik Balon Tanpa Menyentuh
Alat dan Bahan
  • Balon Karet
  • Plastik Pembungkus Parcel Buah
Cara Kerja
  • Tiuplah balon hingga mengembang lalu ikat ujungnya agar tidak bocor.
  • Letakkan balon yang sudah ditiup di atas meja.
  • Dekatkan plastik pembungkus parcel dengan balon (jangan sampai menyentuh).
  • Amatilah apa yang terjadi!
  • Gosokkan plastik pembungkus parcel pada celana kamu beberapa kali.
  • Dekatkan plastik yang telah digosok dengan balon (jangan sampai menyentuh).
  • Amatilah apa yang terjadi!
Hasil Pengamatan dan Analisis
  • Apakah balon tertarik oleh plastik pembungkus parcel yang belum digosok?
  • Apakah balon tertarik oleh plastik pembungkus parcel yang telah digosokkan pada celana?
  • Apa yang menyebabkan balon tertarik oleh plastik yang telah digosok?
Listrik StatisSeperti yang telah dipelajari pada teori atom, setiap benda sebenarnya tersusun dari bagian-bagian yang sangat kecil yang disebut atom. Atom terdiri dari 3 partikel yaitu neutron yang tidak bermuatan (netral), proton (bermuatan positif), dan elektron (bermuatan negatif). Apabila jumlah proton dan elektron suatu atom sama, maka atom tersebut dikatakan netral. Atom akan bermuatan positif jika jumlah protonnya lebih banyak dari jumlah elektronnya (kekurangan elektron). Atom akan bermuatan negatif jika jumlah elektronnya lebih banyak dari pada jumlah proton (kelebihan elektron). Atom yang bermuatan sejenis akan saling tolak menolak bila didekatkan. Sedangkan atom yang bermuatan lain jenis akan tarik menarik.

Pada kegiatan Berani Mencoba tentang Menarik Balon Tanpa Menyentuh menunjukkan bahwa setelah plastik digosokkan pada kain celana maka plastik dapat menarik balon yang ditiup di atas meja. Sedangkan sebelum plastik digosokkan pada kain celana, plastik tidak dapat menarik balon. Penjelasan dari kejadian ini adalah mula-mula plastik dan kain bermuatan netral. Setelah plastik digosokkan pada kain celana maka elektron yang terdapat pada kain celana berpindah ke plastik. Plastik yang semula bermuatan netral menjadi bermuatan negatif karena ketambahan elektron dari kain celana. Sedangkan kain celana bermuatan positif karena kehilangan elektron.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglNQuA9DB6G31tNFgXGFcSUCF1FY0O90o5YYnVfh8uJibiYRw9GN8QQbf9fPDBStXLiNjR4MCcFPJFu9Zv8pgHG2Xp1HjuZ5TARSyA0x7oulXndnKkAe2QvXmwALoPxpJrRwLzZvv-U-6Y/s320/Muatan_listrik.jpga. Plastik sebelum digosok (jumlah proton= elektron) b. Plastik setelah digosok (Jumlah proton lebih dari elektron) c. Balon bermuatan positif (Jumlah proton > elektron)

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFcsg1oSJ06-6FHPzljEy0sdu6jl6RYMEodq1PPOGclm1gicZSkzImCIPOfBMqw00bI_okNCuRBK21-3XEt76b-tCJh7Duzpm2xOD_E4hqfAupU7ifgZmv6xt6vgKLb_exHSxEVnnumHzW/s320/Perpindahan_elektron.jpgElektron berpindah dari kain menuju plastik
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQKDunsbTVgd1F77truBYo5UuFMUU6nW5PLJN2LdoECJNkXploZiHcg0PVXb-4mzaN9SfCklxBJNto9EjOV8Q8PvYYgOE6kAiPVGmuLWp6YXdetkhv_9528TgZDH2zDKf8E-ZuvlsAucdv/s320/Gaya_tolak_tarik.jpga. Benda yang berlawanan muatan akan tarik menarik b. Benda yang bermuatan sejenis akan tolak menolak
Ingat! Apabila ada dua buah atom yang berlawanan muatan maka akan tarik menarik. Ketika plastik yang telah digosokkan pada kain celana didekatkan pada balon, ternyata balon tertarik oleh plastik. Hal ini menunjukkan bahwa balon yang telah di tiup bermuatan positif sedangkan plastik bermuatan negatif. Benda-benda yang bermuatan negatif seperti plastik yang telah digosokkan pada celana dapat dikatakan bahwa benda tersebut mempunyai muatan listrik. Kumpulan muatan listrik (elektron) yang terdapat pada suatu benda disebut Listrik Statis. Statis artinya diam atau tidak bergerak. Jadi, listrik statis merupakan kumpulan elektron yang diam/tidak bergerak pada suatu benda

Jumat, 01 November 2013

RAMUAN OBAT TRADISIONAL

RAMUAN OBAT TRADISIONAL BAWANG MERAH


RAMUAN OBAT TRADISIONAL BAWANG MERAH

Brambang


Bawang merah (Allium cepa) sering juga dinamakan brambang, bawang abang, bawang beureum, bawang suluh, bawang sirah, bawang abang mirah, bawang megareu, bawang nawuli, bawangi, bawa roriha, bawa johori, dusun merah, jasun bang, jasun mirah, laisona piras, lasuna eja, lasuna cela, kalpeo meh, kosai mina, dan pia. Tanaman ini banyak dimanfaatkan umbinya oleh ibu rumah tangga sebagai penyedap masakan, karena aromanya yang khas mampu menggugah selera makan.

KANDUNGAN

Tanaman bernilai ekonomis tinggi ini kaya akan kandungan zat gizi, terutama kandungan vitamin C-nya. Selain vitamin C, tanaman berumbi lapis ini juga mengandung protein, fosfor kalsium, besi, vitamin B, saponin, flavonglikosida, sikloaliin, floroglusin, dihidroaliin, peptida, asam folat, serat, serta minyak atsiri.

MANFAAT

Tanaman ini bersifat antimikroba sehingga dapat dimanfaatkan sebagai ramuan obat tradisional terutama untuk mengobati luka dan infeksi agar tidak meradang. Kandungan saponin mampu bekerja dengan baik untuk mengencerkan dahak pada penderita batuk berdahak. Adanya kandungan minyak atsiri dapat dimanfaatkan sebagai obat masuk angin, sakit kepala, serta menyadarkan dari pingsan dan mabuk perjalanan. Sikloaliin merupakan zat yang bekerja baik memberikan sinyal penurun suhu badan, sehingga umbi tanaman ini dapat dimanfaatkan untuk menurunkan suhu tubuh saat sedang masuk angin, demam, atau gangguan penyakit lain yang menyebabkan suhu tubuh meningkat. Kandungan peptidanya juga mempunyai khasiat dan manfaat untuk mengobati penyakitdiabetes melitus atau kencing manis, karena peptida mampu menurunkan kadar gula dalam darah.

Khasit dan manfaat lainnya yaitu sebagai obat radang p4yudara, wasir, kanker serta memperlancar haid pada wanita. Berikut ini beberapa contoh ramuan herbal sebagai obat tradisional alami untuk mengobati berbagai macam penyakit:

HERBAL BAWANG MERAH UNTUK MENGOBATI ENCOK ATAU REMATIK

Bahan
Bawang merah (Allium cepa) 5 siung
Jahe 2 jari
Tepung terigu 1 gelas
Air matang secukupnya
Cara Membuat
Cuci sampai bersih bawang merah, dan jahe. Lalu tumbuk hingga halus, tambahkan tepung terigu dan air. Remas-remas hingga lumat.
Gosok dan urutkan ramuan herbal pada bagian yang sakit sebanyak yang diperlukan.

HERBAL BAWANG MERAH UNTUK MENGOBATI RADANG P4YUDARA (MASTITIS) PADA IBU SEHABIS MELAHIRKAN

Bahan
Bawang merah (Allium cepa) secukupnya
Air panas
Cara Membuat
Cuci bahan dengan air sampai bersih, kemudian bilas dengan air panas, lalu parut.
Balurkan ramuan hebal di sekitar p4yudara.

GALERY KELUARGA BESAR SMPN 3 CIMALAKA 2013-2014





Jumat, 20 September 2013

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN PROFESI GURU

Berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, guru adalah pendidik profesional dengan tugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik. Dari Undang-undang tersebut, maka diharapkan seorang guru harus profesional. Selain itu, dengan adanya Undang-undang tersebut derajat guru pun mulai terangkat. Namun proses pengembangan guru menjadi lebih profesional tersebut merupakan masalah dan tanggung jawab komunal, bukan sporadis dan apriori. Lalu, apakah indikator-indikator guru profesional itu? Indikator-indikator tersebut bisa dilihat dari :
1. Kualifikasi pendidikan
    terdiri dari :
    a. berpendidikan S.1 dan atau D.4
    b. bersertifikasi pendidikan profesi guru.
2. Kinerja dalam kompetensi Akademik, Sosial, Pedagogik dan Profesional.

Sedangkan 8 karakteristik profesi guru yakni :
1. Kode etik
2. Pengetahuan yang terorganisir
3. Keahlian dan kompetensi yan bersifat khusus
4. Tingkat pendidikan minimal yang dipersyaratkan
5. sertifikasi keahlian
6. Proses tertentu sebelum memangku profesi untuk bisa memangku tanggungjawab
7. Kesempatan untuk penyebarluasan dan pertukaran ide di antara anggota profesi
8.Adanya tindakan disiplin dan batasan tertentu jika terjadi mal praktek oleh anggota profesi.

KHUTBAH JUM’AT: KEUTAMAAN IBADAH KURBAN Oleh : Royo Eko Wardoyo, S.Pd اَلْحَمْدُ ِللّٰهِ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضَ . وَأَ...